BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Indonesia secara astronomis terletak pada 60 LU - 110 LS dan 950 BT - 1410 BT dan berada tepat pada garis lintang khatulistiwa. Hal tersebut menyebabkan Indonesia memiliki curah hujan yang tinggi dan beriklim tropis. Iklim Indonesia yang lembab menjadikan Indonesia memiliki banyak hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis sendiri menjadi tempat hidup bagi hewan dan tumbuhan. Pada hakikatnya hewan memiliki keuntungan dan kerugian bagi manusia salah satunya adalah nyamuk.Iklim Indonesia yang lembab, sangat cocok untuk perkembangan nyamuk. Hal ini menyebabkan populasi nyamuk di Indonesia sangat besar jumlahnya, khususnya pada musim penghujan. Setiap manusia di dunia, kemungkinan besar pernah merasakan gigitan nyamuk. Oleh karena itu, nyamuk dirasa sangat merugikan manusia karena gigitannya yang gatal, suaranya yang menggangu, dan beberapa di antara spesies-spesies nyamuk merupakan vektor penyakit menular. Contohnya pada penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti, penyakit malaria yang disebabkan oleh nyamuk Anopheles, dan lain-lain.
Upaya pemberantasan nyamuk di Indonesia sejauh ini telah dilakukan dengan berbagai cara oleh pemerintah. Pihak pemerintah mensosialisasikan cara mengurangi populasi nyamuk melalui iklan di TV, untuk mencegah terjangkitnya beberapa penyakit yang disebabkan oleh nyamuk. Salah satunya adalah iklan yang bertemakan 3M, yaitu: menutup, membersihkan, dan menguburkan dengan tujuan mengurangi populasi nyamuk. Selain hal tersebut, pemerintah lewat dinas kesehatan memberikan bantuan foging (pengasapan) kepada perumahan warga, serta penganjuran penggunaan alat pengusir nyamuk lainnya (Maifil dalam (http://politikana.com/).
Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak nyamuk sebagai pemicu timbulnya berbagai macam penyakit yaitu dengan membuat alat pengusir nyamuk. Hal tersebut mengundang berbagai produsen untuk menciptakan alat pengusir nyamuk. Salah satunya obat nyamuk yang dijual dalam berbagai bentuk. Ada berbagai macam obat nyamuk yang banyak di jual di pasaran seperti contohnya obat nyamuk bakar, semperot, lotion dan eletrik dengan harga yang bersaing. Namun, memakai obat nyamuk bukan solusi yang tepat karena obat nyamuk mengandung racun yang berbahaya terutama bagi yang alergi pada obat nyamuk. Bukan hanya keracunan yang dapat ditimbulkan oleh obat nyamuk, akan tetapi dapat menghasilakan sampah karena pembungkus obat nyamuk. Sadar atau tidak, ternyata obat nyamuk juga sebagai penyumbang polusi udara dan akan sangat berdampak pada lingkungan sekitar. Ada berbagai macam hal yang dapat membantu kita untuk mengurangi pengaruh nyamuk yang begitu kondusif tanpa obat nyamuk yaitu diantaranya dengan penggunaan kelambu atau penggunaan raket nyamuk yang lebih aman karena tidak mengandung zat kimia berbahaya terhadap lingkungan. Dari pernyataan dan permasalahan diatas, maka peneliti mencoba untuk berinovasi membuat teknologi yang tepat guna. Teknologi tersebut tentunya suatu teknologi yang ramah lingkungan, harga yang relatif murah, memberikan keuntungan yang maksimal. Tekhnologi yang dimaksud berupa alat perangkap nyamuk yang diberi nama Mosquito Trap yakni alat perangkap nyamuk sebagai alternatif pengganti obat nyamuk.
1.2 Rumusan masalah
Adapun rumusan masalah yang akan dibahas oleh penulis adalah sebagai berikut.
a. Bagaimana cara pembuatan teknologi perangkap nyamuk (mosquito trap)?
b. Bagaimana efektifitas teknologi perangkap nyamuk dibandingkan obat nyamuk?
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian adalah
a. Menghasilkan teknologi yang ramah lingkungan dan mengurangi sampah yang beredar sebagai hasil dari rekayasa teknologi yang menghasilkan sebuah produk berupa alat perangkap nyamuk (mosquito trap).
b. Mengetahui sejauh mana efektifitas pembuatan teknologi perangkap nyamuk dalam meminimalisir populasi nyamuk dibandingkan dengan obat nyamuk.
`1.4 Manfaat penelitian
a. Memberikan informasi pada masyarakat tentang suatu produk teknologi rekayasa yang dapat mengurangi nyamuk dengan memanfaatkan bahan disekitar lingkungan.
b. Menambah pengetahuan bagi peneliti dan pembaca tentang Nyamuk.
c. Mengurangi jumlah populasi nyamuk yang beredar di lingkungan masyarakat.
d. Menghasilkan teknologi yang ramah lingkungan.
1.5 Batasan Penelitian
Untuk membatasi penelitian agar pembahasan tepat terhadap permasalahan yang dirumuskan, maka peneliti menentukan batasan penelitian yaitu pada proses penelitian, kami meneliti potensi yang dapat dihasilkan oleh teknologi yang kami buat ini kami meneliti dengan keadaan waktu yang ada yaitu pada malam hari baik itu di dalam ruangan maupun di luar ruangan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Deskripsi Teori
2.1.1 Defenisi Nyamuk
Nyamuk merupakan serangga yang tergolong dalam order Diptera, genera termasuk Anopheles, Culex, Psorophora, Ochlerotatus, Aedes, Sabethes, Wyeomyia, Culiseta, dan Haemagoggus. Nyamuk mempunyai dua sayap bersisik, tubuh yang langsing, dan enam kaki panjang; antarspesies berbeda-beda tetapi jarang sekali melebihi 15 mm. Nyamuk dapat memberikan kerugian bagi manusia karena nyamuk dapat meberikan dampak negatif yaitu mengganggu aktivitas manusia dan memberikan bentol-bentol merah pada kulit.
Pada nyamuk betina, bagian mulutnya membentuk probosis panjang untuk menembus kulit mamalia (atau dalam sebagian kasus burung atau juga reptilia dan amfibi untuk menghisap darah. Nyamuk betina memerlukan protein untuk pembentukan telur dan oleh karena diet nyamuk terdiri dari madu dan jus buah, yang tidak mengandung protein, kebanyakan nyamuk betina perlu menghisap darah untuk mendapatkan protein yang diperlukan. Nyamuk jantan berbeda dengan nyamuk betina, dengan bagian mulut yang tidak sesuai untuk menghisap darah. Agak rumit nyamuk betina dari satu genus, Toxorhynchites, tidak pernah menghisap darah. Larva nyamuk besar ini merupakan pemangsa jentik-jentik nyamuk yang lain.sumber: Sekilas Tentang Nyamuk ( www.wikipedia.org)
2.2 Jenis-jenis pengendalian nyamuk
a. Obat Nyamuk bakar
Obat nyamuk bakar adalah jenis obat nyamuk yang di bakar,menghasilkan asap ,bentuk melingkar walaupun konon katanya bentuk semula berbentuk persegi enam,dapat menyala 8 hingga 10 jam tergantung dari merek obat nyamuk harga di pasaran cukup terjangkau sekitar Rp.3.000, per bungkus isi 6 atau 8 dan obat nyamuk ini masih banyak di minati masyarakat menengah ke bawah.
b. Obat nyamuk lotion.
Obat nyamuk lotion adalah obat nyamuk yang di usapakan pada bagian tubuh,dengan menghasilkan wangian yang kurang di senangi oleh nyamuk dengan menggunakan racun DEET, lotion ini memiliki harga sekitar Rp.500 saran sebaiknya anda mencuci tangan setelah memegang lotion ini karena dapat menyebapkan keracuan.
c. Obat nyamuk eletrik.
Obat nyamuk Eletrik adalah obat nyamuk yang penggunaanya dengan cara menghubunkan listrik dengan alat indicator yang berfungsi memanaskan obat agar obat bereakasi mengusir nyamuk.obat nyamuk ini di jual dengan harga RP.5000 untuk indicator dan RP.10.000 isi 48 untuk obat eletriknya.
d. Raket nyamuk
Raket nyamuk adalah produk yang banyak di gunakan masyarakat karena haraganya yang terjangkau dan fungsional untuk digunakan maka alat ini banyak di maanfaatkan masyarakat sebagai teknologi pengusir nyamuk yang efektif .raket nyamuk ini banyak di impor dari cina karena kita ketahui kalo cina memang Negara yang maju soal industry dan menghasilakan produk yang murah dan bersaing .
e. Kelambu
Kelambu adalah salah satu peroduk yang tergolong ampuh mencegah gigitan nyamuk karena apabila kita berada dalam kelambu maka itu akan mencegah kita dari gigitan nyamuk . namun sekarang kelambu mengalami penurunan minat di kalangan masyarakat karena kelambu agak susah dari segi fungsional(tak peraktis) dan panas bila digunakan ,tapi kelambu memiliki banyak keuntungan seperti harga yang relative terjangkau ,bebas racun dan tak membuat alergi pada tubuh.
f. fooging(pengasapan)
foging adalah menghasilakan asap dari alat yang di buat dari mesin pembuat asap dengan bahan bakar solar sekaligus menjadi asap untuk membasmi nyamuk yang banyak berkeliaran di rumah warga ,dengan cara ini memang efektif untuk mengusir dan membasmi nyamuk namun cara ini juga menglami beberapa kekurangan salah satunya adalah program ini dari pemerintah jadi ini tak dapat kita komersialkan sembarangan dan bila foging terjadi kita harus keluar rumah untuk mencegah asap masuk saluran pernapasan.
2.3 Kerangka Berfikir
2.4 Hipotesis ( Produk Yang Akan Dihasilkan).
Mosquito trap (alat perangkap nyamuk) yang dapat dibuat dengan menggunakan alat yang sederhana dan dapat digunakan untuk membunuh nyamuk dengan aman, terjangkau dan ramah lingkungan dibandingkan alat anti nyamuk (obat nyamuk).
BAB III
METODELOGI PENELITIAN
3.1 Insterumen Penelitian
Instrumen penelitian yang digunakan adalah :
1. Perencanaan
2. Pencarian data pendukung
3. Observasi :
a. Menentukan lokasi penelitian
b. Mengidentifikasi obat nyamuk.
c. Mengidentifikasi hasil kinerja jebakan nyamuk.
4. Pengolahan data observasi
5. Eksperimen :
a. Menghitung jumlah nyamuk yang terperangkap dalam 30 menit baik indoor maupun outdoor.
b. Menghitung jumlah nyamuk yang terperangkap dalam 60 menit baik indoor maupun outdoor.
c. Menghitung jumlah nyamuk yang terperangkap dalam 120 menit baik indoor maupun outdoor.
d. Menghitung jumlah nyamuk yang terperangkap dalam 360 menit baik indoor maupun outdoor.
6. Kesimpulan
3.2 Teknik Pengumpulan Data.
1. Eksperimen
Eksperimen di lapangan yaitu mengidentifikasi perangkap nyamuk.
2. Metode Dokumentasi
Metode dokumentasi penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan data dari berbagai sumber yang berasal dari dokumen yang merupakan data skunder seperti internet.
3. Observasi
Observasi yaitu dengan melakukan pengamatan secara langsung terhadap nyamuk yang masuk ke dalam perangkap/jebakan yang dibuat
3.3 Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian dilakkukan di rumah warga yang merupakn tempat pengamatan terhadap indikasi banyaknya nyamuk yang beredar di lingkungan masyarakat yang berlokasi di Jalan Appel, Kelurahan Caile, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan Indonesia.
3.4 Alat dan bahan
3.4.1 Alat-alat.
1. Bor listrik (1buah)
2. kuas (1buah)
3. mistar ukur (1buah)
4. obeng (1buah)
5. palu (1buah)
6. kertas ampelas (1buah)
7. gergaji triplek (1buah)
8. Sepidol (1 buah)
3.4.2 Bahan yang di butuhkan
1. Kipas angin ukuran kecil (1buah)
2. Viting lampu (1buah)
3. Penutup kipas angin bekas (1buah)
4. Lampu pendur (berwarna biru)
5. Besi kawat ukuran 4 mm (sesuaikan)
6. Rang Nyamuk (sesuaikan ukuran)
7. Kabel/penghubung lisrtrik (minimal 30 cm)
8. Cup listrik (1 buah)
9. Tripleks 2 mm atau 6 mm (sesuaikan ukuran)
10. Cat berwarna hitam (1buah)
11. Pelaster/perekat warna hitam (1buah)
12. Gambar 1: Foto alat dan bahan
3.5 Prosedur Pembuatan Alat
1. Sebelum membuat siapakn alat dan bahan.
2. Pertama dilakukukan adalah membuat tempat rank nyamuk dengan menggunakan kawat dan rang yang di bentuk menjadi bentuk tabung dengan ukuran diameter :15 cm tinggi; 28 cm.
3. Lalu buatlah sebuah lingkaran triplek dengan ukuran diameter tabung apabila telah selesai membentuk ampelaslah agar dapat masuk secara akurat.
4. Tahap ke tiga adalah memasukan triplek ke dalam tabung yang telah kita bentuk.
5. Tahap berikut adalah memasukan kipas pada areal atas sekitar ukuran 1/3 dari atas tabung dan jangan lupa untuk membuat lubang pada triplek dengan ukuran lubang angin pada kipas.
6. Tutuplah bagian atas tabung dengan menggunakan tutup kipas angin bekas pada atas tabung perangkap.
7. Setelah semuanya tersusun dengan baik maka saatnya memberi warna yaitu warna Hitam dengan cara mengecat tabung tersebut.
8. Setelah cat mengering rakitlah susunan listrik dengan sangat baik jangan sampai ada kabel yang lewat dari pengamatan karena bila salah memasang kabel dapat menyebapkan konsleting.
9. Apabila lampu dan kipas telah menyala maka masa perakitan telah selesai.
10. Cobalah mengamati hasil pengetesan nyamuk berikut.
3.6 Desain peroduk
Gambar desain produk adalah gambar desain atau gambar rancangan sesuai dengan kriteria produk yang akan dibuat. Inilah desain produk yang akan di hasilkan.
Gambar2:Desain perangkap Nyamuk
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil alat
Setelah melakukan penelitian maupun perakitan alat maka kami berhasil memberikan hasil kajian teknologi mosquito trap yang merupakan teknologi pengusir nyamuk.Inilah hasil dari perakitan tersebut.
Gambar 3:Mosquito trap
4.1.2 Hasil pengamatan dari teknologi yang kami buat
NO TEMPAT &WAKTU 30 MENIT 60 MENIT 120 MENIT 360 MENIT RATA-RATA/JAM
1 Dalam ruangan
17.00-23.00wita
23-09-2011
7 ekor
16 ekor
35 ekor
51 ekor
8-9
ekor/jam
2 Diluar ruangan
17.00-23.00wita
24-09-2011
16 ekor
49 ekor
93 ekor
203 ekor
33-34 ekor/jam
Keterangan : data diatas dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi dan populasi nyamuk
4.2.1 Pengamatan Terhadap Obat Nyamuk
Perbandingan penggunaan alat tekhnologi mosquito trap dengan obat nyamuk yang beredar di lingkungan masyarakat. Hal tersebut dilakukan sebagai pengamatan dan pembuktian perbandingan efektifitas mosquito trap dengan obat nyamuk. Berikut Tabel pengamatan dari hasil percobaan yang dilakukan peneliti.
Keterangan : data dapat berubah sewaktu-waktu tergantung dari merek produsen obat nyamuk
Tabel 2. Pengamatan obat nyamuk dan harga obat nyamuk
JENIS OBAT NYAMUK RACUN UTAMA HARGA/ISI DAYA KEAMPUHAN PEMAKAIAN SEBULAN
Obat nyamuk bakar
(Baygon & nomos) Propoxur
transfluthrin Rp 3.000/pack
Isi 8 6-10 jam 4 x Rp 3.000,-
= Rp 12.000,-
Obat nyamuk oles/lotion
(Autan & lavender) Diethyltoluamide atau DEET RP 500,-/sashet 6-8 jam 30 x Rp 500,-
= Rp 15.000
Obat nyamuk semprot
(Vape & Baygon) Transfluthrin dan Cyfluthrin
RP 34.000,-/900ml 8 jam bila ruangan rapat dan kurang 5 jam bila ruang agak terbuka 1 x Rp 34.000,-= Rp 34.000,-
Obat nyamuk eletrik
(Baygon ) DDVP atau dichlorvos-zat turunan chlorine RP 10.000,-/48 pack
RP 5.000/indikator
(alat pembakar) Tahan Semalaman (12jam)
Selama ada listrik 1 x Rp 10.000,- = Rp 10.000,-
Rp 10.000,-+ Rp 5.000,-
= Rp 15.000,-
0bat nyamuk bakar versi baru
(HIT) RP 500/3 pack Tahan 8-10 jam 10 x Rp 500,-
= Rp 5.000,-
Perhitungan harga pemakaian sebulan RP 81.000,-
4.2.2 Efektifitas dan keuntungan produk mosquito trap dibanding obat nyamuk.
Mosquito trap merupakan alat perangkap nyamuk yang cukup efektif, karena terbuat dari bahan yang sederhana, dapat memanfaatkan bahan-bahan bekas, aman, ramah lingkungan, dan diharapkan dapat menjadi motivasi perangkap nyamuk modern yang bisa menjaga lingkungan.
Beberapa keuntungan dari produk mosquito trap, adalah sebagai berikut:
1. Mengurangi sampah karena produk mosquito trap tidak memerlukan bahan tambahan jangka panjang.
2. Alat ini hemat listrik, karena kurang dari 12 watt.
3. Produk dapat di buat dari barang bekas.
4. Dapat di jadikan lampu tidur dan jadi pajangan/hiasan.
5. Produk mosquito trap dapat dijadikan sebagai peluang usaha.
Produk mosquito trap sebagai alat perangkap nyamuk dalam penggunaannya lebih efektif dan aman dibandingkan obat nyamuk, disebabkan karena mosquito memiliki beberapa kelebihan disbanding obat nyamuk, diantaranya:
1. Produk mosquito trap bebas zat kimia berbahaya dibandingkan penggunaan obat nyamuk.
2. Mosquito Trap dapat digunakan sebagai alternatif perangkap nyamuk untuk mengurangi bahaya yang ditimbulkan oleh obat nyamuk.
3. Penggunaan produk mosquito trap bebas asap jadi dapat digunakan sebagai solusi bagi orang yang sesak napas.
4. Bisa difungsikan didalam ruangan (indoor) maupun (outdoor).
5. Ampuh meminimalisir nyamuk karena cara kerjanya mengurung nyamuk sampai mati, bukan mengusir nyamuk seperti kebanyakan obat nyamuk.
6. Produk mosquito trap murah karena tidak memerlukan produk tambahan tiap bulan dibandingkan oleh obat nyamuk.
7. Alat ini berfungsi ganda sebagai penyaring udara.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Perangkap nyamuk dalam penelitian yang diberi nama mosquito trap ternyata dapat dibuat dari alat seperti kipas, lampu TL, rangka nyamuk dan kabel listrik sebagai penghubung konektor listrik. Mosquito trap selain memiliki manfaat yang banyak juga dapat dibuat dengan menggunakan bahan-bahan yang sederhana, karena dapat menggunakan produk dari barang bekas yang didapat dari sekitar rumah tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar.
Efektifitas dari mosquito trap adalah apabila kita gunakan pada malam hari didalam ruangan (indoor) dapat menangkap 8-9 ekor/jam dan bila dilakukan diluar ruangan (outdoor) dapat menangkap 33-34 ekor/jam. Selain itu, teknologi mosquito mampu mengurangi sampah dan polusi yang banyak dihasilkan oleh obat nyamuk. Produk mosquito trap memiliki banyak keuntungan dibandingkan obat nyamuk diantaranya yaitu: efektif, aman dari asap, tidak mengeluarkan zat kimia yang dapat merusak kesehatan, ramah lingkungan, dan murah karena tidak memerlukan produk tambahan tiap bulan dibandingkan oleh obat nyamuk.
5.2 Saran
Saran penelitian ini adalah
Pertama adalah perlu diadakan penelitian lanjutan dan penyempurnaan alat ini sehingga pemanfaatan kedepannya semakin optimal, efisien, dan dapat diterapkan dalam skala yang besar.
Kedua sebaiknya warga masyarakat meminimalisir penggunaan racun serangga untuk kelangsungan hidup dan kesehatan jangka panjang.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim.tanpa tahun. Mosquito Control dalam www.wikipedia.org diakses pada 10 November 2011.
Anonim.tanpa tahun. Sekilas Tentang Nyamuk dalam www.wikipedia.org diakses pada 10 November 2011.
{Anonim}.2010. Bahaya Obat Nyamuk. http://dranak.blogspot.com/2006/05/bahaya-obat-nyamuk.html {diakses 10 November 2011}.
Maifil. 2009. Mana yang Berbahaya: Nyamuk atau Petugas Semprot Nyamuk, dalam http://politikana.com diakses pada 11 November 2011.
Solichan, Achmad.2006. Rancang Bangun Alat Penyengat Nyamuk Listrik dalam www.depository.usu.ac.id diakses pada tanggal 11 November 2011.
http://www.fenomenanyamuk.com
diakses 7-sep-2011 jam10.30.00
Lampiran Dokumentasi
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Indonesia secara astronomis terletak pada 60 LU - 110 LS dan 950 BT - 1410 BT dan berada tepat pada garis lintang khatulistiwa. Hal tersebut menyebabkan Indonesia memiliki curah hujan yang tinggi dan beriklim tropis. Iklim Indonesia yang lembab menjadikan Indonesia memiliki banyak hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis sendiri menjadi tempat hidup bagi hewan dan tumbuhan. Pada hakikatnya hewan memiliki keuntungan dan kerugian bagi manusia salah satunya adalah nyamuk.Iklim Indonesia yang lembab, sangat cocok untuk perkembangan nyamuk. Hal ini menyebabkan populasi nyamuk di Indonesia sangat besar jumlahnya, khususnya pada musim penghujan. Setiap manusia di dunia, kemungkinan besar pernah merasakan gigitan nyamuk. Oleh karena itu, nyamuk dirasa sangat merugikan manusia karena gigitannya yang gatal, suaranya yang menggangu, dan beberapa di antara spesies-spesies nyamuk merupakan vektor penyakit menular. Contohnya pada penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti, penyakit malaria yang disebabkan oleh nyamuk Anopheles, dan lain-lain.
Upaya pemberantasan nyamuk di Indonesia sejauh ini telah dilakukan dengan berbagai cara oleh pemerintah. Pihak pemerintah mensosialisasikan cara mengurangi populasi nyamuk melalui iklan di TV, untuk mencegah terjangkitnya beberapa penyakit yang disebabkan oleh nyamuk. Salah satunya adalah iklan yang bertemakan 3M, yaitu: menutup, membersihkan, dan menguburkan dengan tujuan mengurangi populasi nyamuk. Selain hal tersebut, pemerintah lewat dinas kesehatan memberikan bantuan foging (pengasapan) kepada perumahan warga, serta penganjuran penggunaan alat pengusir nyamuk lainnya (Maifil dalam (http://politikana.com/).
Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak nyamuk sebagai pemicu timbulnya berbagai macam penyakit yaitu dengan membuat alat pengusir nyamuk. Hal tersebut mengundang berbagai produsen untuk menciptakan alat pengusir nyamuk. Salah satunya obat nyamuk yang dijual dalam berbagai bentuk. Ada berbagai macam obat nyamuk yang banyak di jual di pasaran seperti contohnya obat nyamuk bakar, semperot, lotion dan eletrik dengan harga yang bersaing. Namun, memakai obat nyamuk bukan solusi yang tepat karena obat nyamuk mengandung racun yang berbahaya terutama bagi yang alergi pada obat nyamuk. Bukan hanya keracunan yang dapat ditimbulkan oleh obat nyamuk, akan tetapi dapat menghasilakan sampah karena pembungkus obat nyamuk. Sadar atau tidak, ternyata obat nyamuk juga sebagai penyumbang polusi udara dan akan sangat berdampak pada lingkungan sekitar. Ada berbagai macam hal yang dapat membantu kita untuk mengurangi pengaruh nyamuk yang begitu kondusif tanpa obat nyamuk yaitu diantaranya dengan penggunaan kelambu atau penggunaan raket nyamuk yang lebih aman karena tidak mengandung zat kimia berbahaya terhadap lingkungan. Dari pernyataan dan permasalahan diatas, maka peneliti mencoba untuk berinovasi membuat teknologi yang tepat guna. Teknologi tersebut tentunya suatu teknologi yang ramah lingkungan, harga yang relatif murah, memberikan keuntungan yang maksimal. Tekhnologi yang dimaksud berupa alat perangkap nyamuk yang diberi nama Mosquito Trap yakni alat perangkap nyamuk sebagai alternatif pengganti obat nyamuk.
1.2 Rumusan masalah
Adapun rumusan masalah yang akan dibahas oleh penulis adalah sebagai berikut.
a. Bagaimana cara pembuatan teknologi perangkap nyamuk (mosquito trap)?
b. Bagaimana efektifitas teknologi perangkap nyamuk dibandingkan obat nyamuk?
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian adalah
a. Menghasilkan teknologi yang ramah lingkungan dan mengurangi sampah yang beredar sebagai hasil dari rekayasa teknologi yang menghasilkan sebuah produk berupa alat perangkap nyamuk (mosquito trap).
b. Mengetahui sejauh mana efektifitas pembuatan teknologi perangkap nyamuk dalam meminimalisir populasi nyamuk dibandingkan dengan obat nyamuk.
`1.4 Manfaat penelitian
a. Memberikan informasi pada masyarakat tentang suatu produk teknologi rekayasa yang dapat mengurangi nyamuk dengan memanfaatkan bahan disekitar lingkungan.
b. Menambah pengetahuan bagi peneliti dan pembaca tentang Nyamuk.
c. Mengurangi jumlah populasi nyamuk yang beredar di lingkungan masyarakat.
d. Menghasilkan teknologi yang ramah lingkungan.
1.5 Batasan Penelitian
Untuk membatasi penelitian agar pembahasan tepat terhadap permasalahan yang dirumuskan, maka peneliti menentukan batasan penelitian yaitu pada proses penelitian, kami meneliti potensi yang dapat dihasilkan oleh teknologi yang kami buat ini kami meneliti dengan keadaan waktu yang ada yaitu pada malam hari baik itu di dalam ruangan maupun di luar ruangan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Deskripsi Teori
2.1.1 Defenisi Nyamuk
Nyamuk merupakan serangga yang tergolong dalam order Diptera, genera termasuk Anopheles, Culex, Psorophora, Ochlerotatus, Aedes, Sabethes, Wyeomyia, Culiseta, dan Haemagoggus. Nyamuk mempunyai dua sayap bersisik, tubuh yang langsing, dan enam kaki panjang; antarspesies berbeda-beda tetapi jarang sekali melebihi 15 mm. Nyamuk dapat memberikan kerugian bagi manusia karena nyamuk dapat meberikan dampak negatif yaitu mengganggu aktivitas manusia dan memberikan bentol-bentol merah pada kulit.
Pada nyamuk betina, bagian mulutnya membentuk probosis panjang untuk menembus kulit mamalia (atau dalam sebagian kasus burung atau juga reptilia dan amfibi untuk menghisap darah. Nyamuk betina memerlukan protein untuk pembentukan telur dan oleh karena diet nyamuk terdiri dari madu dan jus buah, yang tidak mengandung protein, kebanyakan nyamuk betina perlu menghisap darah untuk mendapatkan protein yang diperlukan. Nyamuk jantan berbeda dengan nyamuk betina, dengan bagian mulut yang tidak sesuai untuk menghisap darah. Agak rumit nyamuk betina dari satu genus, Toxorhynchites, tidak pernah menghisap darah. Larva nyamuk besar ini merupakan pemangsa jentik-jentik nyamuk yang lain.sumber: Sekilas Tentang Nyamuk ( www.wikipedia.org)
2.2 Jenis-jenis pengendalian nyamuk
a. Obat Nyamuk bakar
Obat nyamuk bakar adalah jenis obat nyamuk yang di bakar,menghasilkan asap ,bentuk melingkar walaupun konon katanya bentuk semula berbentuk persegi enam,dapat menyala 8 hingga 10 jam tergantung dari merek obat nyamuk harga di pasaran cukup terjangkau sekitar Rp.3.000, per bungkus isi 6 atau 8 dan obat nyamuk ini masih banyak di minati masyarakat menengah ke bawah.
b. Obat nyamuk lotion.
Obat nyamuk lotion adalah obat nyamuk yang di usapakan pada bagian tubuh,dengan menghasilkan wangian yang kurang di senangi oleh nyamuk dengan menggunakan racun DEET, lotion ini memiliki harga sekitar Rp.500 saran sebaiknya anda mencuci tangan setelah memegang lotion ini karena dapat menyebapkan keracuan.
c. Obat nyamuk eletrik.
Obat nyamuk Eletrik adalah obat nyamuk yang penggunaanya dengan cara menghubunkan listrik dengan alat indicator yang berfungsi memanaskan obat agar obat bereakasi mengusir nyamuk.obat nyamuk ini di jual dengan harga RP.5000 untuk indicator dan RP.10.000 isi 48 untuk obat eletriknya.
d. Raket nyamuk
Raket nyamuk adalah produk yang banyak di gunakan masyarakat karena haraganya yang terjangkau dan fungsional untuk digunakan maka alat ini banyak di maanfaatkan masyarakat sebagai teknologi pengusir nyamuk yang efektif .raket nyamuk ini banyak di impor dari cina karena kita ketahui kalo cina memang Negara yang maju soal industry dan menghasilakan produk yang murah dan bersaing .
e. Kelambu
Kelambu adalah salah satu peroduk yang tergolong ampuh mencegah gigitan nyamuk karena apabila kita berada dalam kelambu maka itu akan mencegah kita dari gigitan nyamuk . namun sekarang kelambu mengalami penurunan minat di kalangan masyarakat karena kelambu agak susah dari segi fungsional(tak peraktis) dan panas bila digunakan ,tapi kelambu memiliki banyak keuntungan seperti harga yang relative terjangkau ,bebas racun dan tak membuat alergi pada tubuh.
f. fooging(pengasapan)
foging adalah menghasilakan asap dari alat yang di buat dari mesin pembuat asap dengan bahan bakar solar sekaligus menjadi asap untuk membasmi nyamuk yang banyak berkeliaran di rumah warga ,dengan cara ini memang efektif untuk mengusir dan membasmi nyamuk namun cara ini juga menglami beberapa kekurangan salah satunya adalah program ini dari pemerintah jadi ini tak dapat kita komersialkan sembarangan dan bila foging terjadi kita harus keluar rumah untuk mencegah asap masuk saluran pernapasan.
2.3 Kerangka Berfikir
2.4 Hipotesis ( Produk Yang Akan Dihasilkan).
Mosquito trap (alat perangkap nyamuk) yang dapat dibuat dengan menggunakan alat yang sederhana dan dapat digunakan untuk membunuh nyamuk dengan aman, terjangkau dan ramah lingkungan dibandingkan alat anti nyamuk (obat nyamuk).
BAB III
METODELOGI PENELITIAN
3.1 Insterumen Penelitian
Instrumen penelitian yang digunakan adalah :
1. Perencanaan
2. Pencarian data pendukung
3. Observasi :
a. Menentukan lokasi penelitian
b. Mengidentifikasi obat nyamuk.
c. Mengidentifikasi hasil kinerja jebakan nyamuk.
4. Pengolahan data observasi
5. Eksperimen :
a. Menghitung jumlah nyamuk yang terperangkap dalam 30 menit baik indoor maupun outdoor.
b. Menghitung jumlah nyamuk yang terperangkap dalam 60 menit baik indoor maupun outdoor.
c. Menghitung jumlah nyamuk yang terperangkap dalam 120 menit baik indoor maupun outdoor.
d. Menghitung jumlah nyamuk yang terperangkap dalam 360 menit baik indoor maupun outdoor.
6. Kesimpulan
3.2 Teknik Pengumpulan Data.
1. Eksperimen
Eksperimen di lapangan yaitu mengidentifikasi perangkap nyamuk.
2. Metode Dokumentasi
Metode dokumentasi penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan data dari berbagai sumber yang berasal dari dokumen yang merupakan data skunder seperti internet.
3. Observasi
Observasi yaitu dengan melakukan pengamatan secara langsung terhadap nyamuk yang masuk ke dalam perangkap/jebakan yang dibuat
3.3 Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian dilakkukan di rumah warga yang merupakn tempat pengamatan terhadap indikasi banyaknya nyamuk yang beredar di lingkungan masyarakat yang berlokasi di Jalan Appel, Kelurahan Caile, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan Indonesia.
3.4 Alat dan bahan
3.4.1 Alat-alat.
1. Bor listrik (1buah)
2. kuas (1buah)
3. mistar ukur (1buah)
4. obeng (1buah)
5. palu (1buah)
6. kertas ampelas (1buah)
7. gergaji triplek (1buah)
8. Sepidol (1 buah)
3.4.2 Bahan yang di butuhkan
1. Kipas angin ukuran kecil (1buah)
2. Viting lampu (1buah)
3. Penutup kipas angin bekas (1buah)
4. Lampu pendur (berwarna biru)
5. Besi kawat ukuran 4 mm (sesuaikan)
6. Rang Nyamuk (sesuaikan ukuran)
7. Kabel/penghubung lisrtrik (minimal 30 cm)
8. Cup listrik (1 buah)
9. Tripleks 2 mm atau 6 mm (sesuaikan ukuran)
10. Cat berwarna hitam (1buah)
11. Pelaster/perekat warna hitam (1buah)
12. Gambar 1: Foto alat dan bahan
3.5 Prosedur Pembuatan Alat
1. Sebelum membuat siapakn alat dan bahan.
2. Pertama dilakukukan adalah membuat tempat rank nyamuk dengan menggunakan kawat dan rang yang di bentuk menjadi bentuk tabung dengan ukuran diameter :15 cm tinggi; 28 cm.
3. Lalu buatlah sebuah lingkaran triplek dengan ukuran diameter tabung apabila telah selesai membentuk ampelaslah agar dapat masuk secara akurat.
4. Tahap ke tiga adalah memasukan triplek ke dalam tabung yang telah kita bentuk.
5. Tahap berikut adalah memasukan kipas pada areal atas sekitar ukuran 1/3 dari atas tabung dan jangan lupa untuk membuat lubang pada triplek dengan ukuran lubang angin pada kipas.
6. Tutuplah bagian atas tabung dengan menggunakan tutup kipas angin bekas pada atas tabung perangkap.
7. Setelah semuanya tersusun dengan baik maka saatnya memberi warna yaitu warna Hitam dengan cara mengecat tabung tersebut.
8. Setelah cat mengering rakitlah susunan listrik dengan sangat baik jangan sampai ada kabel yang lewat dari pengamatan karena bila salah memasang kabel dapat menyebapkan konsleting.
9. Apabila lampu dan kipas telah menyala maka masa perakitan telah selesai.
10. Cobalah mengamati hasil pengetesan nyamuk berikut.
3.6 Desain peroduk
Gambar desain produk adalah gambar desain atau gambar rancangan sesuai dengan kriteria produk yang akan dibuat. Inilah desain produk yang akan di hasilkan.
Gambar2:Desain perangkap Nyamuk
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil alat
Setelah melakukan penelitian maupun perakitan alat maka kami berhasil memberikan hasil kajian teknologi mosquito trap yang merupakan teknologi pengusir nyamuk.Inilah hasil dari perakitan tersebut.
Gambar 3:Mosquito trap
4.1.2 Hasil pengamatan dari teknologi yang kami buat
NO TEMPAT &WAKTU 30 MENIT 60 MENIT 120 MENIT 360 MENIT RATA-RATA/JAM
1 Dalam ruangan
17.00-23.00wita
23-09-2011
7 ekor
16 ekor
35 ekor
51 ekor
8-9
ekor/jam
2 Diluar ruangan
17.00-23.00wita
24-09-2011
16 ekor
49 ekor
93 ekor
203 ekor
33-34 ekor/jam
Keterangan : data diatas dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi dan populasi nyamuk
4.2.1 Pengamatan Terhadap Obat Nyamuk
Perbandingan penggunaan alat tekhnologi mosquito trap dengan obat nyamuk yang beredar di lingkungan masyarakat. Hal tersebut dilakukan sebagai pengamatan dan pembuktian perbandingan efektifitas mosquito trap dengan obat nyamuk. Berikut Tabel pengamatan dari hasil percobaan yang dilakukan peneliti.
Keterangan : data dapat berubah sewaktu-waktu tergantung dari merek produsen obat nyamuk
Tabel 2. Pengamatan obat nyamuk dan harga obat nyamuk
JENIS OBAT NYAMUK RACUN UTAMA HARGA/ISI DAYA KEAMPUHAN PEMAKAIAN SEBULAN
Obat nyamuk bakar
(Baygon & nomos) Propoxur
transfluthrin Rp 3.000/pack
Isi 8 6-10 jam 4 x Rp 3.000,-
= Rp 12.000,-
Obat nyamuk oles/lotion
(Autan & lavender) Diethyltoluamide atau DEET RP 500,-/sashet 6-8 jam 30 x Rp 500,-
= Rp 15.000
Obat nyamuk semprot
(Vape & Baygon) Transfluthrin dan Cyfluthrin
RP 34.000,-/900ml 8 jam bila ruangan rapat dan kurang 5 jam bila ruang agak terbuka 1 x Rp 34.000,-= Rp 34.000,-
Obat nyamuk eletrik
(Baygon ) DDVP atau dichlorvos-zat turunan chlorine RP 10.000,-/48 pack
RP 5.000/indikator
(alat pembakar) Tahan Semalaman (12jam)
Selama ada listrik 1 x Rp 10.000,- = Rp 10.000,-
Rp 10.000,-+ Rp 5.000,-
= Rp 15.000,-
0bat nyamuk bakar versi baru
(HIT) RP 500/3 pack Tahan 8-10 jam 10 x Rp 500,-
= Rp 5.000,-
Perhitungan harga pemakaian sebulan RP 81.000,-
4.2.2 Efektifitas dan keuntungan produk mosquito trap dibanding obat nyamuk.
Mosquito trap merupakan alat perangkap nyamuk yang cukup efektif, karena terbuat dari bahan yang sederhana, dapat memanfaatkan bahan-bahan bekas, aman, ramah lingkungan, dan diharapkan dapat menjadi motivasi perangkap nyamuk modern yang bisa menjaga lingkungan.
Beberapa keuntungan dari produk mosquito trap, adalah sebagai berikut:
1. Mengurangi sampah karena produk mosquito trap tidak memerlukan bahan tambahan jangka panjang.
2. Alat ini hemat listrik, karena kurang dari 12 watt.
3. Produk dapat di buat dari barang bekas.
4. Dapat di jadikan lampu tidur dan jadi pajangan/hiasan.
5. Produk mosquito trap dapat dijadikan sebagai peluang usaha.
Produk mosquito trap sebagai alat perangkap nyamuk dalam penggunaannya lebih efektif dan aman dibandingkan obat nyamuk, disebabkan karena mosquito memiliki beberapa kelebihan disbanding obat nyamuk, diantaranya:
1. Produk mosquito trap bebas zat kimia berbahaya dibandingkan penggunaan obat nyamuk.
2. Mosquito Trap dapat digunakan sebagai alternatif perangkap nyamuk untuk mengurangi bahaya yang ditimbulkan oleh obat nyamuk.
3. Penggunaan produk mosquito trap bebas asap jadi dapat digunakan sebagai solusi bagi orang yang sesak napas.
4. Bisa difungsikan didalam ruangan (indoor) maupun (outdoor).
5. Ampuh meminimalisir nyamuk karena cara kerjanya mengurung nyamuk sampai mati, bukan mengusir nyamuk seperti kebanyakan obat nyamuk.
6. Produk mosquito trap murah karena tidak memerlukan produk tambahan tiap bulan dibandingkan oleh obat nyamuk.
7. Alat ini berfungsi ganda sebagai penyaring udara.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Perangkap nyamuk dalam penelitian yang diberi nama mosquito trap ternyata dapat dibuat dari alat seperti kipas, lampu TL, rangka nyamuk dan kabel listrik sebagai penghubung konektor listrik. Mosquito trap selain memiliki manfaat yang banyak juga dapat dibuat dengan menggunakan bahan-bahan yang sederhana, karena dapat menggunakan produk dari barang bekas yang didapat dari sekitar rumah tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar.
Efektifitas dari mosquito trap adalah apabila kita gunakan pada malam hari didalam ruangan (indoor) dapat menangkap 8-9 ekor/jam dan bila dilakukan diluar ruangan (outdoor) dapat menangkap 33-34 ekor/jam. Selain itu, teknologi mosquito mampu mengurangi sampah dan polusi yang banyak dihasilkan oleh obat nyamuk. Produk mosquito trap memiliki banyak keuntungan dibandingkan obat nyamuk diantaranya yaitu: efektif, aman dari asap, tidak mengeluarkan zat kimia yang dapat merusak kesehatan, ramah lingkungan, dan murah karena tidak memerlukan produk tambahan tiap bulan dibandingkan oleh obat nyamuk.
5.2 Saran
Saran penelitian ini adalah
Pertama adalah perlu diadakan penelitian lanjutan dan penyempurnaan alat ini sehingga pemanfaatan kedepannya semakin optimal, efisien, dan dapat diterapkan dalam skala yang besar.
Kedua sebaiknya warga masyarakat meminimalisir penggunaan racun serangga untuk kelangsungan hidup dan kesehatan jangka panjang.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim.tanpa tahun. Mosquito Control dalam www.wikipedia.org diakses pada 10 November 2011.
Anonim.tanpa tahun. Sekilas Tentang Nyamuk dalam www.wikipedia.org diakses pada 10 November 2011.
{Anonim}.2010. Bahaya Obat Nyamuk. http://dranak.blogspot.com/2006/05/bahaya-obat-nyamuk.html {diakses 10 November 2011}.
Maifil. 2009. Mana yang Berbahaya: Nyamuk atau Petugas Semprot Nyamuk, dalam http://politikana.com diakses pada 11 November 2011.
Solichan, Achmad.2006. Rancang Bangun Alat Penyengat Nyamuk Listrik dalam www.depository.usu.ac.id diakses pada tanggal 11 November 2011.
http://www.fenomenanyamuk.com
diakses 7-sep-2011 jam10.30.00
Lampiran Dokumentasi
